C B S A
Suatu hari ada
seorang murid, bernama Imam yang baru
lulus dari Sekolah Menengah Pertama, ia berencana untuk melanjutkan ke SMA yang
terkenal bagus dan banyak diminati atau bisa dibilang sekolah favorit. Setelah
beberapa hari mencari tahu tentang berbagai sekolah di kota itu, akhirnya dia
memutuskan untuk bersekolah di SMA Negeri 1 Cimalaya.
Sekolah itu sangat
bagus, luas, dan terkenal dengan
berbagai penghargaan dalam semua bidang, mulai dari prestasi akademis,non-akademis,
ekstrakulikuler, hingga lingkungan sekolahnya yang mendapat penghargaan sekolah
adiwiyata. Bisa dibilang sekolah ini cukup favorit di kota tempat tinggal Imam.
Hari pertama bersekolah,
Imam merasa sangat bahagia karena mendapat banyak teman. Semua serasa baru
baginya, dari seragam baru, tas baru, lingkungan yang baru, kelas yang baru dan
guru-guru yang baru. Dan di sekolah itu juga ada metode belajar yang baru
diajarkan pertama kali kepada siswa-siswi angkatan Imam tersebut. Metode itu
adalah metode CBSA.
CBSA adalah
Cara Belajar Siswa Aktif. Dimana semua siswa dituntut untuk aktif dalam
belajar. Walaupun sudah diberitakan di media massa, Imam masih belum mengerti
tentang metode ini. Sehingga ia menanyakannya kepada Ibu Intan, salah seorang
guru di sekolah tersebut. Bu Intan yang menginginkan Imam dapat berfikir secara
kreatif dan menyimpulkannya sendiri, hanya menjelaskan cara belajar metode
tersebut tanpa menjelaskan kepanjangan dari CBSA itu sendiri, “CBSA itu metode
baru yang diajarkan di sekolah ini untuk angkatan kamu. Caranya belajarnya,
guru tidak banyak menerangkan pelajaran, melainkan siswa yang kreatif berfikir,
banyak bertanya dan menjawab. Nanti kau pun akan memahami artinya.”
Di minggu kedua, Imam baru memulai KBM. Dia belajar
matematika bersama Ibu Nita. Ternyata yang dikatakan Ibu Intan benar, Bu Nita
tidak banyak menerangkan materi yang dipelajari, melainkan banyak memberi kesempatan
murid-murid untuk menyelesaikan soal yang ditulis di papan tulis dan dikoreksi
bersama-sama. Imam sedikit mulai mengerti arti CBSA yang diterapkan Ibu Nita.
Di hari
selanjutnya, Imam belajar Bahasa Indonesia bersama Ibu Erni. Apa yang dikatakan
Ibu Intan lagi-lagi benar, Bu Erni mengajar tanpa banyak menjelaskan, tetapi
murid-murid dikelompokkan kemudian diskusi mengenai materi yang akan diajarkan.
Dan setiap kelompok melakukan presentasi hasil diskusinya di depan kelas. Imam semakin mengerti arti CBSA yang
diterapkan Bu Erni.
Di hari
selanjutnya, Imam belajar sejarah bersama Pak Toto. Tapi kali ini apa yang
dikatakan Bu Intan tidak terlalu benar, karena Pak Toto hanya datang ke kelas,
menyuruh semua muridnya merangkum hingga berpuluh-puluh halaman tanpa ada
penjelasan atau sesi tanya jawab, kemudian pulang di PR-kan, terus seperti itu
sampai buku harus penuh catatan tanpa ada kertas yang kosong. Imam berfikir
mungkin yang diterapkan Pak Toto, 100% adalah CBSA yang sesungguhnya. Di dalam
hati ia bergumam, Akhirnya aku tau! CBSA itu artinya Catat Buku Sampai Habis!!!
NASKAH
DRAMA
Suatu
hari ada seorang murid, bernama Imam
yang baru lulus dari Sekolah Menengah Pertama, ia berencana untuk
melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas yang terkenal bagus dan banyak diminati
atau bisa dibilang sekolah favorit.
Imam : “Yee....setelah
penantian 3 tahun akhirnya aku lulus! Aku ingin bersekolah di SMA favorit!!!”
Setelah
beberapa hari mencari tahu tentang berbagai sekolah di kota itu, akhirnya dia
memutuskan untuk bersekolah di SMA Negeri
1 Cimalaya.
Imam :”nah....
ini dia sekolah yang aku idam-idamkan!”
Sekolah itu sangat bagus, luas,
dan terkenal dengan berbagai penghargaan dalam semua bidang, mulai dari
prestasi akademis, ekskul , hingga lingkungan sekolahnya yang mendapat
penghargaan sekolah adiwiyata.
Bu Intan :
“Anak-anak selamat datang di SMA Negeri
1 Cimalaya, kalian adalah keluarga baru kami, jadilah murid yang cerdas,
kreatif, berprestasi dan berakhlak mulia. Jaga hubungan antar murid dan guru,
hormati kakak – kakak kelas kalian, dan harumkan nama sekolah kita yang
merupakan sekolah adiwiyata ini.”
Hari
pertama bersekolah, Imam merasa sangat bahagia karena mendapat banyak teman,
lingkungan yang baru, kelas yang baru dan guru-guru yang baru. Dan di sekolah
itu juga ada metode belajar yang baru diajarkan pertama kali kepada siswa-siswi
angkatan Imam tersebut. Metode itu adalah metode CBSA (CARA BELAJAR SISWA
AKTIF).
Bu Intan :
“Anak-anak, bagaimana hari pertama di sekolah ini? menyenangkan bukan? Nah,
setelah kalian menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ini, setelah bisa
berkenalan dengan teman baru, guru-guru yang baru, juga lingkungan baru, nanti
kalian juga akan mengenal cara belajar yang baru di sekolah ini. Metode belajar
itu disebut CBSA. Nanti akan ibu jelaskan metode CBSA itu.”
Imam penasaran dengan metode baru
yang disebutkan oleh Ibu Intan itu, karena rasa penasarannya yang tinggi, Imam
pergi ke ruangan Bu Intan, untuk menanyakan hal itu.
Imam :
“Assalamu’alaikum...” tuk...tuk...tuk... (Imam mengetuk ruangan Bu Intan)
Bu Intan :
“Wa’alaikumsalam... silahkan masuk!”
Imam :
“selamat siang bu, saya Imam murid baru di sekolah ini, saya ingin bertanya
sesuatu pada ibu.”
Bu Intan :
“boleh...boleh... silahkan duduk Imam”
Imam :
“terima kasih , bu”
Bu Intan :
“imam, mau bertanya soal apa?”
Imam :”begini bu, saya ingin bertanya tentang
metode belajar baru yang akan dilakukan di sekolah ini, yang kemarin ibu
jelaskan.”
Bu Intan : “oh...maksud Imam, CBSA ?”
Imam : “Iya bu,”
Bu Intan yang menginginkan Imam
dapat berfikir secara kreatif dan menyimpulkannya sendiri, hanya menjelaskan
cara belajar metode tersebut tanpa menjelaskan kepanjangan dari CBSA itu
sendiri.
Bu Intan : “CBSA itu metode baru yang diajarkan di
sekolah ini untuk angkatan kamu. Caranya belajarnya, guru tidak banyak
menerangkan pelajaran, melainkan siswa yang kreatif berfikir, banyak bertanya
dan menjawab. Nanti kaupun akan memahami artinya. Setelah kau paham dan tahu
kepanjangan CBSA, kamu kembali lagi ke ruangan ini dan jelaskan kepada saya!”
Imam :
“oh...begitu ya bu,” “terima kasih bu atas penjelasannya,” “saya pamit bu,
Assalamu’alaikum...”
Imam kembali ke kelasnya.
Di minggu kedua, Imam baru memulai
KBM (kegiatan Belajar Mengajar). Dia belajar matematika bersama Ibu Nita.
Bu Nita :
“coba, ada yang mau kedepan mengerjakan soal ini ?”
Murid-murid :
“saya bu, saya ...”(sambil mengacungkan tangan)
Bu Nita :
“ok....maju kedepan!”
Bu Nita : “apa
jawabannya benar ?”
Murid-murid :
”Benaaaar!!!”
Bu Nita : “ok, silahkan duduk kembali.”
Bu Nita : “siapa lagi yang mau kedepan ?”
Imam :
“Saya bu.....”
Bu Nita : “ ok,, Mmmm...Imam! Mari kedepan, Nak!
Kerjakan soal ini !”
Imam :
(Dalam Hati) “Ternyata apa dikatakan Ibu Intan benar, Bu Nita tidak banyak
menerangkan materi yang dipelajari, melainkan banyak memberi kesempatan
murid-murid untuk menyelesaikan soal yang ditulis di papan tulis dan dikoreksi
bersama-sama.” “oh....mungkin ini yang dimaksud CBSA, Cara Belajar Siswa
Aktif.”
Di hari selanjutnya, Imam belajar
Bahasa Indonesia bersama Ibu Erni.
Bu Erni :
“Anak-anak, kita memulai belajar tentang
Anekdot, coba kalian membagi kelompok menjadi 5. Masing-masing berisi 7
orang siswa!” “Kalian diskusikan tentang anekdot ini, kemudian presentasikan di
depan kelas!” “paham ?”
Imam :
(Dalam Hati) “Apa yang dikatakan Ibu
Intan lagi-lagi benar, Bu Erni mengajar tanpa banyak menjelaskan, tetapi
murid-murid dikelompokkan kemudian diskusi mengenai materi yang akan diajarkan.
Dan setiap kelompok melakukan presentasi hasil diskusinya di depan kelas.” “aku
semakin yakin CBSA itu adalah Cara Belajar Siswa Aktif.”
Di hari selanjutnya, Imam belajar
sejarah bersama Pak Toto.
Pak Toto :
“Assalamu’alaikum anak-anak!”
Murid-murid :
“Wa’alaikumsalam wr. wb.”
Pak Toto : “Coba buka Bab 1! Kalian baca dan
rangkum di buku catatan kalian masing-masing!”
Setelah itu Pak Toto keluar kelas
dan tak kembali lagi.
Satu minggu kemudian...
Pak Toto : “Assalamu’alaikum anak-anak!”
Murid-murid :
“Wa’alaikumsalam wr. wb.”
Pak Toto :
“Coba buka Bab 2 ! Kalian baca dan rangkum di buku catatan kalian
masing-masing!”
Imam : “Tapi kok kali ini apa yang dikatakan
Bu Intan sedikit benar.”
Dua minggu kemudian...
Setelah itu Pak Toto keluar kelas
dan tak kembali lagi.
Pak Toto : “Assalamu’alaikum anak-anak!”
Murid-murid :
“Wa’alaikumsalam wr. wb.”
Pak Toto :
“Coba buka Bab 3 ! Kalian baca dan rangkum di buku catatan kalian
masing-masing!”
Tiga minggu kemudian....
Pak Toto :
“Assalamu’alaikum anak-anak!”
Murid-murid :
“Wa’alaikumsalam wr. wb.”
Pak Toto :
“Coba mana bukunya ? bapak periksa!”
Imam : “ini, Pak!”
Pak Toto : “kenapa baru segini ?” sudah tiga bab kamu
rangkum, Cuma segini?” “harusnya sudah satu buku penuh !”
Imam : “mmm...kan dirangkum pak, jadi
cuman yang penting-pentingnya saja.” (gugup)
Pak Toto : “oh jadi yang lainnya tidak penting begitu
?”
Imam : “penting pak, tapi tidak terlalu penting
dicatat, saya singkat-singkat.”
Pak Toto :
“ayo, rangkum lagi yang banyak! Saya tidak akan nilai jika belum satu buku
penuh!”
Imam :
“5etygdvyu21r457215*%@$9
Imam : “aku sekarang mengerti apa itu metode
CBSA, 100% BAHKAN 1000% metode ini diterapkan Pak toto, dibanding guru-guru
lain. Mungkin CBSA itu kepanjangan dari... Catat Buku Sampai Habis.....hmmmmm
-,-
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar